Blog Detail

Card image cap

Cara Mudah Membeli Properti Tanah yang Berprospek Bagus

23 June 2020

Sebelum membeli properti incaran Anda perhatikan reviewnya dan pastikan ulasan tersebut benar-benar transparan dan obyektif. Dengan begitu Anda bisa menilai seluruh aspek tanah sedetail mungkin mulai perbandingan harga hingga rencana pembangunan infrastruktur di masa depan. Untuk menambah informasi bagi Anda, selain memilih pembayaran secara tunai, pembelian tanah pun dapat diangsur melalui Kredit Pemilikan Tanah (KPT). Beberapa hal berikut dapat menjadi referensi Anda.

  • Peruntukan tanah – Perhatikan peruntukan tanah yang berkaitan dengan rencana tata kota. Bila di masa depan kawasan tersebut dijadikan sebagai kompleks hunian, tentu sebaiknya dimanfaatkan untuk perumahan. Sebaliknya, bila memang non hunian, Anda bisa membangun property komersil seperti ruko. Jangan memilih tanah yang nantinya diproyeksikan sebagai fasilitas umum atau jalan.
  • Perbandingan harga – Untuk menentukan harga terbaik dalam bisnis properti sebelum bernegosiasi carilah informasi dari market place-market place properti di internet, masyarakat sekitar, atau agen properti di sekitar.
  • Mendapatkan harga terbaik – Cermati NJOP di kawasan tersebut, dan bila harga yang ditawarkan di bawah NJOP itulah yang disebut harga terbaik. Idealnya harga yang ditetapkan adalah 1½ kali lipat dari nilai NJOP.
  •  Legalitas – Terkait legalitasnya perhatikan status tanah sekaligus landasan hukumnya. Bila Anda membeli tanah dengan sertifikat bertipe HGB atau Hak Guna Bangunan dan HGU atau Hak Guna Usaha perhatikan masa berlakunya. Libatkan notaris untuk mengecek legalitas tanah incaran Anda.
  • Mengamankan properti tanah – Bila Anda sudah melakukan pembelian berikutnya segeralah mengurus balik nama sehingga sertifikatnya menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik). Bila properti tanah sudah sah menjadi milik Anda beri pagar sebagai pembatas. Upaya ini bermaksud untuk menghindari aksi serobot oleh pihak ketiga. Anda boleh membuat properti terlihat menarik, misalnya dengan pagar yang ditambahkan tanaman sulur atau rambat.

Pembeli tanah – Tentu saja pembeli tanah Anda bukan hanya dari golongan pengguna akhir saja, tapi bisa juga pengembang properti atau investor. Untuk itu siapkan pula data-data peningkatan harga tanah milik Anda per tahunnya, serta penetapan tarif sewa atau rental yield. Nilai umumnya adalah sekitar 5% dari nilai jual properti. Jadi sambil menunggu konsumen, Anda bisa memanfaatkan lahan tersebut misalnya untuk tempat parkir, pangkalan taksi, atau lokasi warung tenda.

© Copyright 2020 Smart Propertindo. All Rights Reserved